Budaya jawa mempunyai banyak kearifan dalam memandang sebuah perkawinan. Perkawinan bukan hanya gebyar keindahan dari sebuah hubungan laki-laki dengan wanita. Tetapi lebih sebagai satu perjanjian yang kokoh dan kuat (mithaqan ghalizan), lahir dan batin, untuk membentuk keluarga bahagia sesuai dengan ketentuan dari sang pencipta.
Para leluhur dengan bijaksana telah mengemas berbagai wejangan itu dalam berbagai simbol. Mengapa selalu ada hiasan, seperti janur kining melengkung, tebu, cengkir (buah kelapa yang masih muda), dan pisang raja yang ditempatkan di depan rumah? Untuk apa mempelai pengantn laki-laki dan perempuan saling melempar daun sirih?
Sesuatu yang kaku dan resmi tersebut di olah dengan gaya Junaedi DKK menghasilkan sesuatu yang begitu enak didengar dan membangkitkan senyuman bahkan tertawa terbahak-bahak.
Monggo yang menghendaki tertawa ceria donwload saja di link berikut ini:
Junaedi - Ular-ular Penganten (MP3)
Download sekali klik :
Junaedi - Ular-ular Penganten (MP3)
Posting Komentar